Tanggamus, Gerbangnusantara — Pemerintah Kabupaten Tanggamus mencatatkan kinerja investasi yang positif sepanjang 2025. Realisasi investasi daerah ini menembus angka Rp1,93 triliun, meski pemerintah daerah mengakui masih menghadapi sejumlah tantangan struktural dalam menarik investasi berskala besar.
Berdasarkan data Online Single Submission (OSS), realisasi investasi Kabupaten Tanggamus sepanjang 2025 mencapai Rp1.936.404.873.165, dengan total 726 proyek yang terealisasi.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Tanggamus, Erlan Deni Saputra, menyebut capaian tersebut menunjukkan tren pertumbuhan investasi yang cukup signifikan dan sejalan dengan peningkatan investasi di tingkat Provinsi Lampung.
“Realisasi investasi di Kabupaten Tanggamus pada 2025 mengalami kenaikan yang cukup signifikan, sejalan dengan tren pertumbuhan investasi di Provinsi Lampung,” ujar Erlan, Senin (2/2/2026).
Erlan menjelaskan, sektor perdagangan eceran makanan dan minuman menjadi kontributor terbesar dalam investasi daerah. Namun demikian, ia mengakui bahwa masuknya investasi berskala besar masih menghadapi berbagai kendala.
Menurutnya, keterbatasan infrastruktur fisik, ketidakpastian sengketa lahan, serta persoalan administratif dan birokrasi menjadi tantangan utama yang perlu dibenahi secara berkelanjutan.
Di sisi lain, penerapan sistem OSS Risk Based Approach (OSS RBA) dinilai memberikan dampak positif, terutama dalam mempercepat proses perizinan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
“OSS RBA sangat membantu percepatan layanan perizinan, khususnya untuk UMKM. Namun, untuk menarik investasi besar, masih ada kendala di lapangan yang perlu diselesaikan,” kata Erlan.
Untuk meningkatkan daya saing investasi, Pemkab Tanggamus telah menempuh sejumlah langkah strategis, di antaranya penyederhanaan perizinan berusaha melalui Peraturan Bupati Nomor 13 Tahun 2024, pendelegasian kewenangan perizinan melalui Peraturan Bupati Nomor 9 Tahun 2023, serta optimalisasi pelayanan perizinan berbasis risiko.
Selain itu, pemerintah daerah juga memberikan fasilitas Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR), memperkuat sektor unggulan daerah, serta melakukan pembaruan data dan peta potensi investasi Kabupaten Tanggamus.
Ke depan, arah kebijakan investasi Kabupaten Tanggamus akan difokuskan pada transformasi ekonomi berkelanjutan melalui pengembangan hilirisasi industri.
“Hilirisasi akan difokuskan pada sektor pertanian, perkebunan, perikanan, dan pariwisata, yang didukung oleh peningkatan infrastruktur,” pungkas Erlan.















