LAMPUNG UTARA (GN) :Perajin tahu di Kabupaten Lampung Utara mengeluhkan naiknya harga kacang kedelai. Dampak dari kenaikan harga tersebut, berpengaruh pada penghasilan yang di terima bagi para perajin.
“Sudah sebulan terakhir harga kacang kedelai bergerak naik, ” ujar pengusaha tahu, Waluyo, di tempat kerjanya, Kelurahan Rejosari, Kecamatan Kotabumi Senin (27-1-25).
Dia menuturkan, pada Desember 2024 lalu, kacang kedelai masih dikisaran harga Rp9 ribu/kilo. Di awal Januari 2025, harga naik menjadi Rp10 ribu/kilo.
“Naiknya harga kacang kedelai diperparah dengan turunnya daya beli masyarakat di awal tahun ini, ” kata dia.
Menyikapi kondisi itu, pihaknya terpaksa mengurangi keuntungan sekaligus mengurangi produksi tahu di pabrik miliknya.
“Dengan di bantu dua tenaga kerja, sebelumnya saya mengolah sekitar 100 kg kacang kedelai untuk di buat tahu. Tapi sejak awal Januari 2025, saya kurangi menjadi 70 kg kedelai saja,” tuturnya.
Di singgung alasan pengurangan produksi tahu, dia berujar untuk mensiasati naiknya harga bahan baku sekaligus turunnya daya beli masyarakat di awal tahun.
“Walau ada kenaikan harga kedelai, harga jual tahu dan ukuran tahu yang di produksi masih sama seperti sebelumnya. Kami hanya mengurangi keuntungan saja dan itu masih dapat ditoleransi, kami” tuturnya menambahkan. YUD















