GERBANGNUSANTARA.ID-TANGGAMUS — Pemerintah Kabupaten Tanggamus resmi membuka kegiatan Bazar Hewan Qurban Tahun 2026 Masehi/1447 Hijriah di Lapangan Sepak Bola Kasrab, Gisting Atas, Kecamatan Gisting, Rabu (20/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat sektor peternakan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat menjelang Hari Raya Iduladha.
Acara pembukaan dihadiri Wakil Bupati Tanggamus Agus Suranto, unsur FORKOPIMDA, kepala instansi vertikal, Ketua TP PKK Kabupaten Tanggamus Dra. Hj. Siti Mahmudah Saleh, M.Pd.I., Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Tanggamus, Sekretaris Daerah, para kepala perangkat daerah, camat se-Kabupaten Tanggamus, unsur Uspika, kepala pekon, tokoh masyarakat, tokoh agama, pelaku usaha peternakan, hingga para peternak dari berbagai kecamatan.

Turut hadir sejumlah perwakilan perusahaan dan lembaga di antaranya PT Pertamina Geothermal Energy Tbk., PT Tirta Investama Tbk., PT Japfa Comfeed, PT Natarang Mining, Bank BRI, dan Bank Mandiri.
Dalam sambutannya, Bupati Tanggamus Drs. H. Moh. Saleh Asnawi, M.A., M.H., menegaskan bahwa bazar hewan qurban bukan sekadar pasar musiman, melainkan sarana memperkuat subsektor peternakan daerah.

“Kegiatan ini sangat penting dalam upaya memperkuat sektor peternakan, meningkatkan promosi komoditas ternak lokal, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya para peternak di Kabupaten Tanggamus,” ujar Bupati.
Ia menyebut Kabupaten Tanggamus saat ini menjadi salah satu sentra ternak terbesar di Provinsi Lampung, terutama untuk komoditas kambing. Berdasarkan data Triwulan I Tahun 2026, populasi kambing di Tanggamus mencapai 218.493 ekor, domba 8.254 ekor, sapi potong 7.229 ekor, dan kerbau 1.217 ekor.
Sementara itu, populasi unggas terdiri dari ayam buras sebanyak 192.102 ekor, ayam ras petelur 57.108 ekor, dan ayam ras pedaging mencapai 442.434 ekor.
Menurutnya, kecamatan seperti Sumberejo, Gisting, Ulu Belu, dan Bulok menjadi wilayah sentra pengembangan ternak kambing dan sapi yang terus berkembang.
“Kita harus bangga karena ternak dari Kabupaten Tanggamus tidak hanya memenuhi kebutuhan daerah sendiri, tetapi juga menyuplai kebutuhan ternak di berbagai wilayah lain bahkan hingga Pulau Jawa,” katanya.

Usai membuka kegiatan bazar, Bupati Moh. Saleh Asnawi turut membeli 10 ekor kambing qurban menggunakan dana pribadi. Delapan ekor kambing dibeli dari delapan peternak berbeda dengan harga Rp3 juta per ekor, sedangkan dua kambing kualitas super dibeli seharga Rp16 juta atau Rp8 juta per ekor.
Langkah tersebut mendapat sambutan antusias dari para peternak yang hadir di lokasi bazar.
Ketua Panitia Bazar Hewan Qurban, Rintoko, mengatakan antusiasme pasar hewan qurban tahun ini meningkat signifikan. Dalam satu bulan terakhir, ribuan ternak asal Tanggamus telah didistribusikan ke luar daerah.
“Menurut laporan peternak, kambing yang sudah terjual dalam satu bulan terakhir mencapai sekitar 2.500 ekor. Banyak juga yang sudah dikirim ke Pulau Jawa dan Sumatera Utara,” ujarnya.
Ia menjelaskan, bazar tahun ini menampilkan sekitar 450 ekor kambing dari berbagai peternak di Kabupaten Tanggamus. Namun jumlah tersebut dinilai belum maksimal karena sebagian peternak masih berjualan di Pasar Pringsewu.
Rintoko berharap ke depan Kabupaten Tanggamus memiliki lokasi permanen untuk pelaksanaan bazar hewan qurban agar kegiatan tahunan tersebut lebih tertata dan berkembang.

Di sisi lain, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Tanggamus, Ir. Henri Fatra, menyebut pasar hewan qurban menjadi langkah strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas harga sekaligus memperpendek rantai distribusi antara peternak dan konsumen.
“Melalui kegiatan ini diharapkan proses transaksi hewan qurban dapat berlangsung lebih efektif, transparan dan terjamin, baik dari sisi kesehatan hewan, kelayakan umur maupun kesesuaian dengan syariat qurban,” katanya.
Henri menambahkan, pemerintah daerah telah menurunkan petugas kesehatan hewan di tujuh kecamatan hingga tingkat desa guna memastikan hewan qurban yang diperdagangkan dalam kondisi sehat, bebas penyakit menular, cukup umur, dan sesuai syariat Islam.
Selain pemeriksaan kesehatan, pemerintah juga melakukan vaksinasi, pengawasan lalu lintas ternak, serta edukasi kepada peternak dan pedagang hewan qurban.
Dengan potensi peternakan yang terus berkembang, Pemerintah Kabupaten Tanggamus berharap bazar hewan qurban dapat menjadi penggerak ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat posisi Tanggamus sebagai salah satu sentra peternakan unggulan di Provinsi Lampung.
Jurnalis: EGY











