TANGGAMUS, gerbangnusantara.id – Pemerintah Kabupaten Tanggamus mulai mengevaluasi pelaksanaan sistem kelas jauh di wilayah terpencil. Bupati Tanggamus, Moh. Saleh Asnawi, menilai kegiatan belajar mengajar di Dusun Batu Nyangka, Pekon Tanjung Raja, Kecamatan Cukuh Balak, belum berjalan optimal dan perlu dikaji ulang secara menyeluruh.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Kantor Bupati Tanggamus, Senin (4/5/2026), menyusul sorotan publik terhadap kondisi pendidikan di daerah tersebut. Menurutnya, keterbatasan jumlah siswa yang hanya sekitar 13 orang serta minimnya tenaga pengajar menjadi tantangan utama dalam menciptakan proses pembelajaran yang efektif.
“Kondisi ini tentu menjadi perhatian. Dalam pendidikan dasar, interaksi sosial dan lingkungan belajar yang memadai sangat penting untuk pembentukan karakter siswa,” ujar Saleh Asnawi.
Ia menegaskan, model kelas jauh dengan sumber daya terbatas berpotensi memengaruhi kualitas pendidikan jika tidak ditangani dengan pendekatan yang tepat. Oleh karena itu, pemerintah daerah akan melakukan kajian komprehensif untuk menentukan langkah terbaik terkait keberlanjutan program tersebut.
Sebagai bagian dari solusi, Pemkab Tanggamus membuka opsi penataan ulang sistem pembelajaran, termasuk kemungkinan mengintegrasikan siswa ke sekolah induk. Langkah ini akan dibarengi dengan dukungan fasilitas, seperti bantuan transportasi dan kebutuhan pendidikan lainnya, guna memastikan akses pendidikan tetap terjangkau bagi masyarakat.
Pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk menghadirkan layanan pendidikan yang merata dan berkualitas, termasuk bagi anak-anak di wilayah terpencil. Evaluasi ini diharapkan menjadi bagian dari upaya strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan di Tanggamus secara berkelanjutan.
Penulis/Jurnalis: (EGY)















