Tanggamus, Lampung , GN– Antusiasme dan haru menyatu di sepanjang Ruas Jalan Suka Raja-Kanoman, Senin (26/1/2026). Ratusan warga tumpah ruah menyambut kedatangan Bupati Tanggamus H. Moh. Saleh Asnawi didampingi Wakil Bupati Agus Suranto, beserta rombongan dalam rangka peresmian jalan yang telah rampung dikerjakan, sekaligus groundbreaking pembangunan Ruas JalaI Sukaraja–Kanoman, bagian dari Program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah (IJD).
Bagi masyarakat, hari itu bukan sekadar seremoni. Ia adalah penanda berakhirnya penantian panjang atas jalan rusak yang selama bertahun-tahun menjadi saksi getirnya perjuangan hidup—jalan berlubang, licin, dan nyaris tak layak dilalui, terutama di wilayah Kanoman–Sukaraja.
Bupati Tanggamus hadir didampingi Anggota Komisi V DPR RI Drs. Mukhis Basri, M.M., Kepala BPJN Lampung Muhammad Ali Duhari, S.T., M.Sc., serta Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Lampung Drs. H. Mukhlis Basri, M.Si. Kehadiran para pemangku kebijakan ini menjadi simbol kuat sinergi pusat dan daerah yang akhirnya benar-benar dirasakan hingga ke pelosok.
Dalam sambutannya, Bupati Saleh Asnawi menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur jalan bukan hanya soal aspal dan beton, melainkan tentang membuka akses kehidupan.
“Jalan ini adalah urat nadi masyarakat. Dengan konektivitas yang baik, distribusi hasil pertanian, perikanan, dan aktivitas ekonomi warga akan lebih lancar. Inilah wujud nyata kehadiran negara,” ujar Bupati.
Ia menambahkan, Program Inpres Jalan Daerah menjadi bukti bahwa kolaborasi pemerintah pusat dan daerah mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat di lapangan—terutama wilayah yang selama ini terpinggirkan oleh keterbatasan infrastruktur.
Momen penyambutan rombongan berlangsung penuh makna. Tarian adat Lampung, Pincak Khakod, mengiringi langkah para pejabat. Gerak tari itu bukan sekadar pertunjukan budaya, melainkan bahasa syukur rakyat kepada pemimpinnya.
“Terima kasih Pak Bupati. Jalan ini sudah lama kami dambakan. Selama ini rusak parah, anak sekolah, petani, dan pedagang semua merasakan susahnya,” ungkap salah seorang warga dengan mata berkaca-kaca. “Sekarang kami merasa didengar, kami merasa diperhatikan.”
Peresmian ruas Sedayu–Tugu Papak dan dimulainya pembangunan Sedayu–Sukaraja–Kanoman bukan hanya membuka jalur transportasi, tetapi juga membuka harapan. Harapan akan ekonomi yang bangkit, pendidikan yang lebih mudah dijangkau, dan masa depan desa yang tak lagi terisolasi.
Di Sedayu, hari itu, aspal baru menjadi saksi: ketika kebijakan bertemu kepedulian, dan negara benar-benar hadir di tengah rakyatnya.
Jurnalis Egy















