Lampung Selatan , gerbangnusantara.id –
Warga Desa Lematang, Kabupaten Lampung Selatan, menyambut optimistis hadirnya Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah yang kembali digulirkan pemerintah pada tahun 2026. Program ini menjadi salah satu intervensi besar dalam peningkatan kualitas hunian masyarakat berpenghasilan rendah di Provinsi Lampung.

Tahun 2026, tercatat sebanyak 9.382 rumah tidak layak huni di Lampung akan diperbaiki dan tersebar di 15 kabupaten/kota. Jumlah ini meningkat signifikan, hampir empat kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya, menandai penguatan komitmen pemerintah dalam percepatan penanganan kawasan permukiman kumuh dan rumah tidak layak huni.
Program strategis ini mendapat perhatian langsung dari pemerintah pusat melalui Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, yang menegaskan pentingnya akurasi data dan ketepatan sasaran penerima bantuan agar manfaat program benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang paling membutuhkan.

Sementara itu, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan bahwa program bedah rumah bukan sekadar pembangunan fisik semata, melainkan bagian dari upaya menghadirkan kehidupan yang lebih layak, sehat, dan bermartabat bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
“Program ini harus dikawal bersama agar tepat sasaran, transparan, dan benar-benar memberi dampak langsung bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat,” tegasnya.

Pemerintah Provinsi Lampung juga memastikan akan memperkuat pengawasan pelaksanaan di lapangan, mulai dari pendataan, distribusi bantuan, hingga proses pembangunan rumah agar tidak terjadi penyimpangan.
Lebih dari sekadar pembangunan fisik, program BSPS diharapkan menjadi titik balik bagi keluarga penerima manfaat. Rumah yang lebih layak diharapkan mampu meningkatkan kesehatan keluarga, kenyamanan tinggal, serta membuka harapan baru bagi masa depan anak-anak di Lampung.
Dengan skala program yang semakin luas, BSPS 2026 menjadi salah satu agenda strategis nasional yang tidak hanya menyentuh aspek infrastruktur perumahan, tetapi juga memperkuat fondasi kesejahteraan sosial masyarakat di daerah.
Penulis EGY-GN















