https://youtu.be/GA4D__I-c6M?si=iIvm5UTMmnG6KWoY
Tanggamus (GN):
Komitmen Pemerintah Kabupaten Tanggamus dalam mendukung program keagamaan kembali ditegaskan Bupati Moh. Saleh Asnawi saat menghadiri Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) Ke-1 dan Pengukuhan Kepengurusan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tanggamus Masa Khidmat 2025–2030, Kamis, 7 Agustus 2025.
Dalam forum yang digelar di Islamic Centre Kota Agung tersebut, Bupati mewacanakan pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Kabupaten Tanggamus pada tahun 2026, setelah sempat absen beberapa tahun terakhir.
Acara bertema “Sinergi Ulama Menuju Tanggamus Jalan Lurus Merawat Ummat Penuh Rahmat” ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati Agus Suranto, Ketua MUI Provinsi Lampung H. Suryani M. Nur, Ketua PCNU Tanggamus KH. Samsul Hadi, serta jajaran tokoh ulama dan pemangku kebijakan.
Bupati Moh. Salah Asnawi mengatakan, bahwa pemerintah menyadari betapa pentingnya peran ulama dalam mendukung pembangunan di Kabupaten Tanggamus.
Tanpa sinergi antara ulama dan umaro, pembangunan yang kita harapkan akan sulit tercapai,
Lebih lanjut, ia menyambut baik gagasan MUI Tanggamus untuk kembali menggelar MTQ sebagai sarana pembinaan generasi muda berbasis nilai-nilai keislaman.
MTQ adalah kegiatan positif yang bisa mengedukasi masyarakat, terutama generasi muda. Insya Allah tahun 2026 akan kita adakan kembali MTQ tingkat Kabupaten dan akan kita dukung penuh dari sisi anggaran,
Sementara itu, Ketua MUI Tanggamus yang baru dilantik, KH. Muhammad Rais, menyampaikan bahwa pelaksanaan MTQ menjadi salah satu prioritas utama MUI dalam waktu dekat. Ia menekankan bahwa ketiadaan MTQ selama satu periode telah membuat kader-kader Al-Qur’an di daerah kurang tersentuh pembinaan.
Kader-kader qori dan qoriah di Tanggamus sangat potensial, tapi selama ini terkubur karena tidak ada MTQ. Setelah kami turun ke kecamatan-kecamatan, banyak potensi luar biasa yang sangat menunggu kehadiran kembali MTQ. Inilah yang ingin kami hidupkan lagi
Selain program MTQ, MUI Tanggamus juga menaruh perhatian terhadap pengawasan terhadap aliran-aliran keagamaan yang berkembang di masyarakat. Dalam hal ini, MUI akan bersinergi dengan pemerintah daerah, kepolisian, kejaksaan, serta MUI tingkat kecamatan.
Kami akan turun langsung ke bawah bersama Komisi Fatwa MUI, bekerja sama dengan semua pihak terkait untuk menjaga kondusivitas dan ketertiban umat di Tanggamus,
Dengan dikukuhkannya kepengurusan baru MUI Tanggamus, diharapkan sinergi antara ulama dan pemerintah daerah semakin kuat dalam menciptakan masyarakat yang religius, harmonis, dan berkemajuan.(Egy)















