Kopiah atau Kikat Hanuang Bani merupakan salah satu simbol adat penting dalam budaya masyarakat Lampung Pesisir atau Sai Batin/Peminggir. Penutup kepala ini identik dengan bentuk menyerupai tanduk melengkung ke belakang, terinspirasi dari hewan “hanuang” atau kambing gunung liar yang dikenal gagah dan pemberani.
Sejarah Hanuang Bani
Sejarah Hanuang Bani berkaitan erat dengan adat Kerajaan Sekala Brak di wilayah Lampung Barat. Dalam tradisi lisan (“wawarahan”), kikat ini telah digunakan sejak sekitar abad ke-15 oleh para hulubalang, panglima, dan punggawa kerajaan sebagai simbol kehormatan dan keberanian.
Masyarakat adat Sai Batin/Peminggir yang tersebar dari Lampung Barat, Tanggamus, Pesisir Barat hingga Lampung Selatan menjadikan Hanuang Bani sebagai identitas kebesaran laki-laki adat. Dalam perkembangannya, kopiah ini tidak hanya dipakai bangsawan adat, tetapi juga digunakan dalam upacara adat, penyambutan tamu agung, hingga simbol budaya Lampung pesisir.
Makna Filosofis Hanuang Bani
Bentuk tanduk pada kopiah ini memiliki filosofi mendalam:

- Keberanian
- Terinspirasi dari kambing gunung “hanuang” yang dikenal tidak mudah mundur dan tangguh menghadapi medan berat.
- Kesetiaan kepada adat dan pemimpin
- Melambangkan loyalitas masyarakat Sai Batin terhadap saibatin (pemimpin adat) dan nilai kehormatan keluarga adat.
- Kehormatan dan kewibawaan laki-laki Lampung
- Karena dahulu dipakai hulubalang dan penjaga kerajaan, Hanuang Bani menjadi lambang martabat serta tanggung jawab.
- Persaudaraan dan perlindungan sesama
- Dalam falsafah Lampung dikenal nilai “seangkonan, sekahutan, seuyunan” yang berarti saling menjaga dan menghormati antar kerabat adat.
Hubungan dengan Adat Lampung Peminggir
Dalam adat Lampung terdapat dua kelompok besar:
- Sai Batin / Peminggir
- Pepadun
Hanuang Bani lebih lekat dengan masyarakat Sai Batin/Peminggir yang hidup di wilayah pesisir Lampung. Adat Sai Batin sendiri menekankan garis keturunan bangsawan dan kepemimpinan turun-temurun.
Karena itu, penggunaan Hanuang Bani bukan sekadar aksesoris pakaian adat, tetapi juga simbol identitas budaya, kehormatan keturunan, dan warisan leluhur masyarakat pesisir Lampung.
Saat ini Hanuang Bani menjadi salah satu ikon budaya Lampung yang sering tampil dalam:

- Festival budaya
- Penyambutan tamu daerah
- Acara adat Sai Batin
- Busana resmi budaya Lampung
- Dokumentasi pemerintahan dan pariwisata budaya Lampung















